Kamis, 07 Maret 2013

Sistem Kerja Endokrin


Sistem Endokrin
Pengertian
Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon.
Hormon merupakan senyawa protein / senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.
Hormon bekerja sama dengan system syaraf untuk mengatur pertumbuhan, dan tingkah keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua system tersebut mengaktifkan sel untuk berinteraksi satu dengan yang lain dengan menggunakan messenger kimia.
Kelenjar endokrin menggunakan messenger kimia yaitu hormon yang diedarkan oleh system trasnportasi (darah), dan mempengaruhi sel target yang ada diseluruh tubuh.
Kerja system endokrin lebih lambat dibandingkan dengan system syaraf, sebab untuk mecapai sel target hormon harus mengikuti aliran system transportasi. Sel target memiliki receptor sebagai alat khusus untuk mengenali impuls / rangsang. Ikatan antara receptor dengan hormon di dalam atau di luar sel target, menyebabkan terjadinya respons pada sel target.
Mesenger kimia dalam system neuron adalah neurotransmitter. Neurotransmitter bergerak dalam sel syaraf dan pindah ke sel syaraf berikutnya melalui celah sinapsis, hingga sampai pada receptor sel target.
Sistem endokrin dipelajari dalam cabang ilmu endokrinologi
Tabel perbedaan antara kelenjar endokrin dengan kelenjar eksokrin
No
Kelenjar endokrin
Kelenjar eksokrin
1
Mensekresikan hormon
Mensekresikan enzim
2
Disebut kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran
Memiliki saluran tempat yang mengalirkan hasil sekresinya kelokasi tertentu
3
Hormon disekresikan dalam jumlah sedikit
Enzim disekresikan dalam jumlah banyak
4
Hormon disekresikan setiap saat
Disekresikan saat tertentu
Tabel perbedaan antara antara system syaraf dengan system endokrin
No
Sistem syaraf
Sistem endokrin
1
Respons terhadap rangsang cepat
Respons terhadap rangsang lambat
2
Pembawa impuls adalah neuron
Pembawa impuls adalah aliran darah
3
Responsnya langsung terhadap rangsang dari luar
Responnya tidak langsung terhadap rangsang dari dalam
Tabel persamaan antara system syaraf dengan system endokrin
No
Sistem syaraf
Sistem endokrin
1
Membantu mengatur dan memelihara homeostasis
Membantu mengatur dan memelihara homeostasis
2
Mensekresikan messenger kimiawi neurohumor
Mensekresikan messenger kimiawi hormon
Jenis hormon berdasarkan senyawa kimia penyusunnya
Hormon peptida dibentuk dari senyawa asam amino. Hormon peptida berikatan dengan permukaan receptor sel target pada bagian permukaan dan tidak pernah masuk ke dalam sel.
Ikatan antara hormon dengann receptor sel target akan mengaktifkan enzim yang memacu pembentukan daur AMP dari ATP. Siklus AMP mengaktifkan enzim-enzim lain yang belum aktif
Hormon steroid
Hormon steroid dibentuk dari kolesterol yang larut dalam darah. Kerja dari hormone steroid dengan cara masuk kedalam sitoplasma sel target. Ikatan antara hormone dengan receptor sel target kemudia masuk ke dalam nucleus, berikatan dengan benang kromatindan mengaktifkan gen-gen tertentu. Gen (DNA) berisi informasi untuk memproduksi protein. Protein dibentuk ketika gen-gen telah aktif.
Kerja hormon steroid lebih lambat dibandingkan hormon peptida, karena waktu yang di butuhkan untuk memproduksi protein baru sepertinya berlawanan mengaktifkan protein yang sudah ada
Berdasarkan aktifitasnya kelenjar endokrin dibedakan atas:
Kelenjar endokrin yang bekerja sepanjang hayat
Contoh: kelenjar tiroid, paratiroid, kelenjar pulau-pulau langerhans, dan kelenjar timus
Kelenjar endokrin yang bekerja dimulai masa tertentu
Contoh: Kelenjar kelamin (kelenjar gonad)
Kelenjar endokrin yang bekerja sampai masa tertentu
Contoh: kelenjar kelamin perempuan
Tabel nama dan letak kelenjar endokrin dalam tubuh.
No
kelenjar
Nama Lain
Letak
1
hipofisis
Kelenjar pituitari
Dibagian dasar cerebrum, dibawah hipotalamus
2
Tiroid
Kelenjar gondok
Didaerah leher dekat jakun
3
Paratiroid
Kelenjar anak gondok
Dibagian (dorsal) belakang dari kelenjar tiroid
4
Kelenjar pankreas
Kelenjar pulau-pulau langerhans
Dekat lambung
5
Kelenjar gonad
Kelenjar kelamin
Laki-laki : testis
Perempuan: ovarium
6
Kelenjar adrenalin
Kelenjar supra renalis
Di atas ginjal
7
Kelenjar timus
Kelenjar kacangan
Di daerah dada

Hypothalamus
Hipotalamus adalah bagian dari otak besar yang mengatur homeostasis tubuh dengan pengaturan bagian dalam tubuh seperti detak jantung, suhu tubuh, keseimbangan air dan sekresi dari kelenjar pituitary.
Kelenjar Pituitari (kelenjar hipofisis)
Nama Lain: Master of glands sebab menghasilkan berbagai hormone yang berfungsi mengatur kerja kelenjar endokrin lainnya.
Bentuk dan ukuran: Lonjong sebesar biji kacang kapri
Letak: Dibawah hypothalamus
Kelenjar pituitary terdiri atas dua lobus. Hormon yang dihasilkan lobus posterior di sintesis oleh neuron yang ada di hipotalamus. Sedangkan lobus anterior memproduksi hormone dan mengeluarkannya.
Perhatikan diagram dibawah ini yang menggambarkan hubungan antara hipotalamus, kelenjar pituitary dan masing-masing kelenjar yang mereka control.
Kelenjar pituitary lobus posterior
Lobus posterior dari kelenjar pituitary berisi ujung akson dari neuron yang memanjang dari hipotalamus. Hormon disimpan di dalam dan dikeluarkan dari ujung akson yang berada di lobus posterior dari kelenjar pituitary.
Oksitosin
Oksitosin merangsang kontraksi rahim untuk mendorong janin saat persalinan.
Oksitosin juga merangsang pengeluaran ASI dari kelenjar susu yang disebabkan kontraksi sel-sel disekitarnya. Setelah kelahiran, isapan bayi pada putting susu merangsang pengeluaran hormone oksitosin dari kelenjar pituitary bagian posterior.
Antidiuretika Hormon (ADH)
Hormon antidiuretika meningkatkan permeabilitas dari tubulus kontortus distal dan tubulus kolektifus dari nefron ginjal, sehingga volume urin menurun. Sekresi dari hormone ADH mengontrol mekanisme efek timbal balik sebagai berikut:
Konsentrasi darah (kadar air sedikit) à hipotalamus à ADH à reabsorbsi air, menyebabkan darah menjadi lebih encer.
Jika darah terlalu encer, system sirkulasi akan merangsang jantung untuk menghasilkan hormone atrial natriuretic (ANF). Hormon ini menghambat pengeluaranhormon ADH dari kelenjar pituitary bagian posterior sehingga volume urin meningkat.
Alkohol merupakan zat yang memiliki kemampuan menghambat pengeluaran ADH, sehingga ginjal meproduksi urin yang lebih encer (volume rin meningkat)
Kelenjar pituitary lobus anterior
Hipotalamus menghasilkan hormone yang dibawa dalam pembuluh darah menuju bagian anterior dari kelenjar pituitary. Hormon ini digunakan untuk merangsang pituitary untuk menghasilkan hormone-hormon lain.
Kelenjar pituitari menghasilkan lebih dari delapan hormon. Masing-masing hormon dihasilkan sebagai respons terhadap hormon pelepas dari hipotalamus (hormon releasing dari hiotalamus).
Pembeluh darah membawa hormon pelepas dari hipotalamus menuju kelenjar pituitari melalui perantara yang disebut vena porta, sebab vena porta menghubungkan dua ujung kapiler. Satu ujung kapiler terletak di dalam hipotamus, dan ujung lainya terdapat bagian anterior kelenjar pituitari.
Hormon pelepas yang bersifat menghambat (hormone releasing inhibits) dihasilkan oleh hipotalamus, yang berfungsi menghambat pengeluaran hormone pelepas yang memacu (hormone releasing) seperti tersebut di atas.
Contoh:
Kelenjar pituitary merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan (Growth hormone/ GH). Pengeluaran hormone GH di rangsang oleh hormone hormon pelepas pertumbuhan (growth hormone releasing factor/ GHRF) yang dirpduksi oleh hipotalamus. Selain itu terdapat juga hormone yang fungsinya berlawanan dengan GHRF, yaitu hormone pelepas yang sifatnya menghambat (Growth hormone releasing-inhibits factor. GHRiF) yang juga dihasilkan oleh hipotalamus. Dari delapan jenis hormone yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary lobus anterior, 3 diantaranya memiliki efek langsung pada tubuh, sedangkan 3 lainnya mengatur kelenjar-kelenjar endokrin lainnya
Hormon lobus anterior dari kelenjar pituitary yang memberikan efek langsung ke tubuh.
Hormon Pertumbuhan (Somatotropik hormone / STH) atau growth hormon
Hormon pertumbuhan berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel tubuh. Jika hormone ini diproduksi dalam jumlah sedikit, akan menyebabkan kerdil (dwarfisme), demikian sebaliknya jika produksi hormone ini berlebih akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme).
Akromegali adalah kelainan genetik dimana hormone pertumbuhan terus diproduksi sepanjang hayat. Kelainan akromegali ditandai pertumbuhan yang tidak seimbang pada tulang jari tangan dan jari kaki, rahang atau tulang hidung. Semestinya pada orang yang normal, hormone ini akan berhenti diproduksi pada usia 18 – 20 tahun.
Prolaktin
Prolaktin diproduksi dalam jumlah besar setelah proses kelahiran. Fungsi hormone prolaktin adalah merangsang perkembangan kelenjar susu dan produksi ASI. Selain itu hormone ini juga mempengaruhi proses metabolism lemak dan karbohidrat.
Melanosite-Stimulasing Hormon (MSH)
Hormon ini menyebabkan warna kulit ikan, amfibi dan reptile berubah-ubah. Pada manusia melanosit stimulasing hormone berfungsi untuk merangsang sintesis pigmen melanin
Hormon lobus anterior kelenjar pituitary yang mengatur kerja kelenjar endokrin lain.
Kelenjar pituitary juga mengontrol kelenjar endokrin lain oleh sebab itu disebut dengan istilah “master of gland ”. Tiga jenis hormone yang dihasilkan kelenjar pituitary adalah:
Thyroid Stimulating Hormone (TSH) --> Kelenjar thyroid --> hormon thyroxin
Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) --> Kelenjar adrenal cortex --> hormon cortisol
Gonadotropic Hormones (FSH and LH) --> kelenjar ovaries and testes --> Hormon kelamin , mengontrol produksi sel kelamin.
Tiroid Stimulating hormone (TSH)
Fungsi mengendalikan sekresi hormon tiroksin oleh kelenjar gondok. Pengeluaran hormone ini dipacu oleh hormone pelepas (thyrotropic releasing factor). Jika kadar TSH tinggi menandakan tubuh kekurangan hormon tiroksin. Sekresi hormone tiroksi berkurang biasanya disebabkan rendahnya kadar unsur yodium dalam darah. Hal ini akan menyebabkan penyakit gondok (goiter)
Adenocorticotropic hormone (ACTH)
Fungsi merangsang bagian korteks kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormone glukokortikoid. Pengeluaran hormone ini dipacu oleh hormon pelepas (corticotrophin releasing factor) yang dihasilkan oleh hipofisis.
Gonadotropic hormone ( FSH dan LH)
FSH (Folikel Stimulating Hormon)
Fungsi:
Pada perempuan
Merangsang pertumbuhan dan perkembangan folikel dalam ovarium sehingga menjadi folikel de graaf
Pada laki-laki
Mengatur perkembangan testis dan merangsang spermatogenesis
Luteining Hormon
Fungsi:
Pada perempuan:
Mempengaruhi terjadinya ovulasi
Membentuk korpus luteum dari sisa folikel
Merangsang korpus luteum untuk mensekresikan hormon progesteron
Pada laki-laki
Merangsang sel-sel interstitial (sel-sel leydig) dalam testis untuk mensekresikan hormone testosterone. Hormon LH pada laki-laki biasanya disebut juga ICSH (interstitial stimulating hormone)
Penghambat Umpan Balik negatif
Sekresi hormone oleh kelenjar dikontrol oleh hipotalamus. Pengaturan pengeluaran hormon melalui mekanisme negative umpan balik. Ketika jumlah hormone meningkat, maka hormone tersebut akan menghambat hipotalamus dan pituitary lobus anterior akibatnya produksi hormone menjadi menurun.
Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin (disebut T4 karena didalam hormone ini berikatan 4 molekul yodium), dan triiodothyronin (disebut juga T3 karena di dalam hormone berisi 3 molekul iodine).
Antara T4 dan T3 memiliki kesamaan efek pada sel target. Dalam sebagian besat jaringan target, T4 dapat dikonversi menjadi T3. T4 dan T3 mempengaruhi kecepatan metabolism, pertumbuhan, dan perkembangan. Produksi hormone tiroksin diatur melalui mekanisme negative umpan balik dimana hormone tersebut menghambat hipotalamus untuk merangsang kelenjar tiroid
Hipotyroidisme terjadi bila kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin dalam jumlah sedikit. Pada orang dewasa dampak yang ditimbulkan adalah letargi mental, dan penambahan berat badan. Pada anak-anak menyebabkan kretinisme dengan karakteristik kerdil (dwarfisme) retardasi mental, dan kurang matang seksual.
Hipertyroidisme terjadi bila konsentrasi hormone T3 dan T4 meningkat. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penurunan berat badan.
Unsur yodium dibutuhkan untuk menyusun hormone tiroksin. Defisiensi dari unsure yodium mencegah pembentuk hormone tiroksin oleh kelenjar tiroid. Keadaan tersebut mengakibatkan berlebihnya tirois stimulating hormone yang diproduksi oleh kelenjar pituitary lobus anterior. bagian anterior. Kekurangan unsure yodium dalam jangka waktu lama berakibat penyakit gondok (goiter) yang ditandai dengan semakin membesarnya kelenjar gondok.
Kalsitonin
kelenjar tiroid juga menghasilkan hormone kalsitonin yang merangsang penyimpanan kalsium dalam tulang. Kerja hormone ini berlawanan dengan hormone yang disekresikan oleh kelenjar paratiroid, perhatikan diagram dibawah ini!
Produksi hormone kalsitonin tidak diatur oleh kelenjar pituitary lobus anterior. Sekresi hormone ini dirangsang oleh tingginya kadar kalsium dalam darah
Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid berjumlah 4 buah terletak dipermukaan posterior dari kelenjar tiroid. Kelenjar ini mensekresikan hormone paratiroid (PTH) yang meningkatkan kadar ion Ca dalam darah. Jaringan tulang merupakan tempat timbunan ion kalsium. Hormon paratiroid merangsang pengeluaran ion calcium dari tulang untuk meningkatkan kadar calcium darah.
Hormon paratiroid juga meningkatkan reabsorbsi ion kalsium di ginjal sehingga kadar ion kalsium dalam urine menurun. Hormon paratiroid ini juga mengaktifkan vitamin D yang meningkatkan reabsorbsi ion kalsium dari bahan makanan dalam saluran pencernaan.
Sekresi dan pengaturan kadar ion kalsium dalam darah tidak dibawah kendali hipotalamus atau kelenjar pituitary)
Lapisan terluar dari kelenjar adrenalin disebut korteks adrenal. Bagian ini menghasilkan tiga jenis hormone steroid yaitu Glukokortikoid, mineralokortikoid, dan sejumlah kecil hormone kelamin. The outer layer of an adrenal gland is the adrenal cortex.
It produces three kinds of steroid hormones. These are glucocorticoids, mineralocorticoids, and small amounts of sex hormones. Glukokortikoid yang utama adalah kortisol, sedangkan mineralokortikoid yang utama adalah aldosteron.
Cortisol (A Glucocorticoid)
Hormon glukokortikoid dihasilkan berupa tanggapan dalam keadaan stress. Hormon kortisol dalam Glucocorticoids are produced in response to stress.
Hormon kortisol menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah dengan cara merangsang hati untuk menghasilkan gula dari sumber non karbohidrat seperti protein dan lemak dan melepas glukosa ke dalam darah.
Control umpan balik negative digambarkan pada diagram berikut:
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar timus adalah thymosins em kekebalan dengan cara merangsang bentuk-bentuk lain dari sel yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh lainnya

0 komentar:

Poskan Komentar